TEORI KEPERAWATAN MENURUT IMOGENE KING

Imogene King adalah seorang perawat dan teoritikus yang mengembangkan Teori Interaksi Tujuan (Theory of Goal Attainment), yang menekankan pentingnya hubungan interaktif antara perawat dan pasien dalam mencapai tujuan bersama. Teori ini berfokus pada pencapaian kesehatan optimal melalui komunikasi dan tindakan yang saling mendukung antara perawat dan pasien.


1. Biografi Singkat Imogene King

Imogene King lahir pada 30 Januari 1923 di West Point, Iowa, Amerika Serikat. Ia menyelesaikan pendidikan keperawatannya di St. John's Hospital School of Nursing dan kemudian mendapatkan gelar lanjutan dalam pendidikan dan ilmu keperawatan. Sepanjang karirnya, King mengembangkan minat pada komunikasi dan interaksi dalam keperawatan, yang kemudian membentuk dasar dari teorinya. King meninggal pada 24 Desember 2007.


2. Pengantar Teori Interaksi Tujuan

Teori Interaksi Tujuan oleh Imogene King menekankan bahwa keperawatan adalah suatu proses interaksi di mana pasien dan perawat bekerja bersama untuk mencapai tujuan kesehatan yang telah disepakati bersama. Teori ini berpusat pada gagasan bahwa interaksi antara perawat dan pasien mempengaruhi hasil kesehatan pasien.


King menggambarkan keperawatan sebagai tindakan yang membantu individu atau kelompok dalam mempertahankan, mencapai, atau memulihkan kesehatan. Ia percaya bahwa perawat harus memperhatikan perilaku manusia dalam konteks interaksi sosial serta pengaruh dari lingkungan, peran, dan fungsi individu terhadap kesehatan.


3. Model Konseptual dan Komponen Teori

Teori Interaksi Tujuan oleh Imogene King memiliki tiga sistem utama yang berinteraksi satu sama lain, yaitu:


     1. Sistem Personal (Personal System)

Sistem personal berfokus pada individu sebagai manusia unik yang memiliki kebutuhan, persepsi, dan pengalaman pribadi. Dalam sistem ini, konsep utama meliputi:

  •  Persepsi (Perception): Cara individu menafsirkan pengalaman atau stimulus dari lingkungan.


  • Konsep Diri (Self): Cara individu melihat dirinya sendiri, yang berperan dalam motivasi dan perilaku.


  • Pertumbuhan dan Perkembangan (Growth and Development): Proses perubahan dalam hidup individu seiring waktu.


  • Citra Tubuh (Body Image): Persepsi seseorang tentang tubuhnya sendiri, yang mempengaruhi harga diri dan kesehatan mental.


  • Ruang (Space): Batas fisik dan psikologis yang dimiliki individu dalam interaksi dengan orang lain.


  • Waktu (Time): Dimensi temporal di mana pengalaman terjadi dan memengaruhi interaksi manusia.
     2. Sistem Interpersonal (Interpersonal                  System)

  • Sistem interpersonal melibatkan interaksi antara dua atau lebih individu. Dalam konteks keperawatan, ini meliputi hubungan antara perawat dan pasien. Konsep kunci dalam sistem ini adalah:


  • Interaksi (Interaction): Proses komunikasi antara individu, baik verbal maupun non-verbal.


  • Transaksi (Transaction): Kesepakatan atau tindakan yang dibuat berdasarkan interaksi antara perawat dan pasien untuk mencapai tujuan bersama.


  • Peran (Role): Peran yang dimainkan oleh individu dalam interaksi sosial, termasuk peran perawat sebagai penyedia perawatan.


  • Stres (Stress): Respons fisik atau emosional terhadap tuntutan atau tekanan dari lingkungan.


  • Komunikasi (Communication): Pertukaran informasi yang efektif antara perawat dan pasien.


     3. Sistem Sosial (Social System)

Sistem sosial mencakup struktur dan pengaturan sosial yang memengaruhi individu. Dalam teori King, sistem sosial mencakup organisasi seperti keluarga, komunitas, atau rumah sakit yang memengaruhi peran dan fungsi perawat serta pasien. Komponen dalam sistem sosial meliputi:


  • Organisasi: Struktur sosial formal yang memengaruhi perilaku individu, seperti rumah sakit atau fasilitas perawatan.


  • Otoritas: Tanggung jawab dan wewenang dalam struktur sosial, termasuk otoritas perawat dalam memberikan perawatan.


  • Kebijakan: Aturan atau pedoman yang mengatur perilaku dalam organisasi kesehatan.


  • Pengambilan Keputusan (Decision Making): Proses membuat pilihan berdasarkan analisis informasi dalam mencapai tujuan.


  • Kontrol: Pengaruh atau kemampuan untuk mengarahkan tindakan dalam suatu organisasi.



4. Interaksi dan Transaksi dalam Teori King

Interaksi adalah komponen kunci dalam teori King. Ini merujuk pada komunikasi dua arah antara perawat dan pasien. Dalam interaksi ini, perawat dan pasien saling mempengaruhi, baik secara verbal maupun non-verbal, dan bersama-sama mereka membuat keputusan yang berdampak pada kesehatan pasien.


Setelah interaksi terjadi, King menggambarkan transaksi sebagai hasil dari komunikasi tersebut. Transaksi adalah kesepakatan atau tindakan yang disepakati bersama antara perawat dan pasien untuk mencapai tujuan kesehatan tertentu.


Contoh dari transaksi adalah ketika perawat dan pasien bersama-sama menentukan rencana perawatan atau memilih tindakan kesehatan yang tepat. Transaksi ini terjadi setelah terjadi komunikasi yang efektif, di mana kedua belah pihak saling memahami kebutuhan, harapan, dan tujuan.



5. Proses Keperawatan Menurut Imogene            King

Proses keperawatan dalam teori King mengikuti tahapan yang serupa dengan proses keperawatan standar, tetapi dengan penekanan pada komunikasi dan interaksi. Tahapan tersebut meliputi:

1. Pengkajian (Assessment): Mengumpulkan informasi tentang kondisi fisik, emosional, dan sosial pasien melalui observasi dan komunikasi. Pada tahap ini, persepsi dan pemahaman pasien sangat penting.


2. Perencanaan (Planning): Perawat dan pasien bekerja sama untuk merumuskan tujuan yang spesifik dan realistis yang ingin dicapai. Perencanaan didasarkan pada interaksi dan transaksi yang terjadi selama pengkajian.


3. Implementasi (Implementation): Pelaksanaan rencana asuhan keperawatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.


4. Evaluasi (Evaluation): Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan. Jika tujuan tidak tercapai, rencana dapat direvisi berdasarkan interaksi lebih lanjut dengan pasien.



Proses ini berpusat pada transaksi, yang berarti bahwa perawat dan pasien bekerja sebagai mitra yang aktif dalam mencapai tujuan bersama.


6. Penerapan Teori King dalam Praktik Keperawatan

Teori Imogene King banyak diterapkan dalam berbagai aspek keperawatan, termasuk keperawatan akut, rehabilitasi, dan perawatan di komunitas. Beberapa contoh penerapan dalam praktik sehari-hari meliputi:


  • Perawatan Pasien dengan Penyakit Kronis: Dalam konteks ini, perawat bekerja dengan pasien untuk merencanakan pengelolaan penyakit jangka panjang. Transaksi terjadi ketika perawat dan pasien menyepakati rencana pengobatan dan tujuan perawatan.


  • Perawatan di Rumah Sakit: Saat merawat pasien di rumah sakit, perawat menggunakan komunikasi untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan pasien dan mengembangkan rencana asuhan yang sesuai. Transaksi membantu memastikan bahwa tujuan pasien (misalnya, pemulihan cepat) tercapai.


  • Keperawatan Komunitas: Dalam keperawatan komunitas, perawat bekerja dengan pasien dan keluarga untuk mencapai kesehatan yang lebih baik. Interaksi sosial di dalam komunitas juga mempengaruhi hasil transaksi antara perawat dan pasien.


7. Kelebihan dan Keterbatasan Teori King

  • Kelebihan:


  1. Berfokus pada Komunikasi: Teori King sangat menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara perawat dan pasien, yang merupakan inti dari praktik keperawatan yang berkualitas.
  2. mendorong Kemitraan: Teori ini memandang pasien sebagai mitra aktif dalam proses perawatan, yang memungkinkan terciptanya hubungan yang lebih kolaboratif.
  3. Fleksibel: Dapat diterapkan dalam berbagai konteks keperawatan, mulai dari perawatan individu hingga perawatan di tingkat komunitas.


  • Kekurangan:


  1. Kurang Fokus pada Faktor Emosional: Teori King lebih menekankan pada aspek komunikasi rasional dan interaksi, tetapi kurang membahas faktor emosional dan perasaan pasien secara mendalam.
  2. Pendekatan yang Terbatas pada Interaksi: Teori ini mungkin kurang cocok dalam situasi di mana pasien tidak mampu berkomunikasi atau terlibat aktif dalam interaksi, seperti pasien dengan gangguan mental berat atau pasien dalam keadaan koma.


Teori Interaksi Tujuan dari Imogene King menempatkan komunikasi dan interaksi sebagai elemen kunci dalam praktik keperawatan. Dengan melihat keperawatan sebagai proses interaksi antara perawat dan pasien, King berfokus pada pencapaian tujuan bersama melalui transaksi yang terjadi setelah komunikasi yang efektif. Teori ini menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi antara perawat dan pasien dalam mencapai kesehatan yang optimal.


Teori King relevan untuk digunakan dalam berbagai situasi klinis, khususnya ketika komunikasi dan kerja sama antara perawat dan pasien sangat penting untuk keberhasilan perawatan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEORI KEPERAWATAN MENURUT DOROTHEA E. OREM

BENTUK KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN

AGEN INFEKSIUS DALAM KEPERAWATAN